Yeeeeeaaaaaaaaaah.. Idul Fitri telah tiba.. Hore..Hore..Hore..
MOHON MAAF LAHIR BATIN YACH MBLO...
Sebulan ato 29 hari tepatnya puasa tahun 2012 udah gw lewatin.. yang namanya nafsu negatif itu musuh yang paling berat, banyak banget godaannya.. yang paling ga tahan godaan dari para kaum2 hawa.. tau sendiri awe-we zaman sekarang, dari yang cakep sampe yang kurang cakep banyak banget yang liar yang mengundang syahwat yang bikin laki mabuk kepayang (lebay lah).. dari di daerah rumah dari tempat umum dari yang pada nonggol di tv.. sumpahh ga..ga..ga..ga..kuat// puasa taun ini juga ngerasain sakit, yach deman doang sich, tapi yang namanya demam pas puasa rasanya maknyos.. hehehe yang lebih maknyos lebaran taun ini gw jomblo.. n ini cerpen gw dari masa2 status berpacaran..
pas Lebaran punya Pacaran ( Takbiran bareng, liat kembang api bareng kalo ga telopon2 nan sampe pagi..)
pas Lebaran LDR ( telopon-teleponan, sms-smsan sampe mabok terus muntah-muntah)
PAS LEBARAN JOMBLO ( maen petasan sendirian,, Kena tangan,, Naas di omelin warga)
pas Lebaran punya Pacaran (Makan Ketupat bareng)
pas Lebaran LDR ( telopon-teleponan, sambil cerita makan ketupat)
PAS LEBARAN JOMBLO ( ngobrol bareng ketupat sambil ngemut kue nastar)
naas emang,, tapi ini jalan takdir gw,, "Tolong Baim ya Allah.."
skip
mudik udah jadi salah satu budaya indonesia pas jelang lebaran n keluarga gw kegiatan taunan itu ga pernah ga absen dari gw kecil. tegal adalah tujuan utamanya n biasaya di ikutin paguyuban dari keluarga besar bokap.. n taun ini di JOGJA...!!!!... yeah kota yang di kenal dengan kraton2nya salah satu kota favorit gw.. hari ini bakal mampir ke kali urang,, yang katanya tempat melutusnya gunung merapi n deket sama tempat mbah marijan ( kuncen gunung merapi) penasaran sich.. ntar gw posting lagi dech mblo.. sapa tau ada yang belum tau n jadi pengen tau ( apa sich)..
N eng-ing-eng.. gw udah ke kali urang.. n disana gw cuman jalan sampe tamannya aja kaga sampe ke tempat tujuan utamanya gara-gara mepet sama acara pertemuan paguyuban tahunan.. tempatnya kaya di bogor tapi bedanya monyet2 masih berkeliaran di sini..
skip
hari berikutnya ke goa gunung kidul. tempatnya di daerah wonosari.. dan tempatnya recommend banget dah.. masih asri perkampungan zaman dulu.. n disana bisa body rafting nelusurin goa kidul yang terbentuk dari stalaktit2 n stalaktit itu masih tumbuh sampe sekarang.. puas nelusurin goa bisa di lanjutin telusurin kali yang gw lupa namanya apa.. airnya ga beda jauh kaya di green canyon.. apiknya pool lah.. Green Canyon KW Wonogiri..
oiya gw lupa.. thanks buat tika n ima yang udah ngajak gw muter2 kota jogja.. ngajak maen odong-odong, meskipun tampang gw kaya preman terminal pulo gadung tapi kalo udah naek odong-odong muka gw langsung berubah jadi mirip AFIKA.. T_T..
naek sepedah 2 jok yang ada lampunya.. gw lebih mirip tukang somay yang lagi galau gara2 dagangan belum laku-laku..
ngelewatin pohon beringin di alun-alun dengan mata tertutup.. n gw lebih mirip orang buta yang kesasar di alun-alun jogja..
makan angkringan di malioboro.. kalo di sini gw lebih mirip anak-anak gaul jogja yang kemana-mana make odong-odong...
intinya lebaran yang berstatus jomblo taun ini di isi warna-warna dari kota JOGJA..
Thanks Jogja, Thanks Tika n Ima..
Senin, 20 Agustus 2012
Jumat, 29 Juni 2012
Ada Nama Allah di Tubuh Ibu
Bismillaah . . .
Apa kabar ibu kita hari ini?
Sudahkah kita mengunjungi, atau sekedar menelepon mengucapkan salam hari ini, atau mungkin saudara-saudari sudah mempunyai rencana spesial dengan ibu hari ini?
Memang seorang ibu sudah sepantasnyalah mendapatkan tempat spesial di dalam hati semua orang. Ada anekdot yang pernah saya dengar dari seorang teman, “Seorang ibu dapat membesarkan anak-anaknya dengan kasih sayang yang tercurah walaupun hanya seorang diri, sedangkan anaknya bisa berjumlah lebih dari enam. Namun sementara anak yang banyak itu belumlah tentu dapat mengurusi ibunya yang sudah tua walaupun ibunya hanya satu”.
Masya Allah. Boleh jadi ucapan itu banyak benarnya, dikarenakan kita seringkali lupa terhadap ibu. Seringkali kita disibukkan oleh urusan-urusan keseharian yang akhirnya kita lupa atau tidak sempat.
Artinya jika kita sudah tidak satu rumah dengan ibu, walau berdekatan atau notabene masih satu kotapun belum tentu setiap week end kita dapat mengunjungi ibu kita, apalagi bagi yang ibunya di luar kota atau bahkan di luar negeri.
Sementara masih dapat kita ingat, betapa nyamannya pelukan hangat seorang ibu. Yang dengan kasih sayangnya menentramkan kita, yang dengan telatennya mengurusi kita dalam setiap keadaan. Sakit, sedih, gembira, dan tidak peduli betapa nakalnya kita, tetap doa dan kasih sayangnya selalu ada di depan.
Karena itu dalam hadis Rasulullah SAW menyatakan ketika ada yang bertanya; “Siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? “Ibumu”, jawab Nabi. “Kemudian siapa?” “Ibumu.” “Lalu?”, “Ibumu,” baru kemudian Bapakmu dan keluarga terdekat yang lain,” tegas Nabi. (HR. Bukhari dan Muslim)
Bahkan dalam sebuah hadis Qudsi, Abdurrahman bin ‘Auf ra berkata, ia mendengar dari Rasullullah SAW, “Allah pernah mengatakan, ‘Aku adalah Allah, dan Aku adalah Arrahman (Maha Pengasih), Akulah Yang Menciptakan rahim (ibu), dan Aku ambilkan sebutannya dari NamaKU (Arrahiim = Maha Penyayang), barang siapa yang menyambungkannya, maka Aku akan menyambungkan (diriKU) dengannya. Tapi bagi yang memutuskannya maka Aku pun akan memutuskan (diriKU) dengannya.” (HR. Tirmidzi).
Tidak ada bagian tubuh kita yang diambil dari nama suci Allah, kecuali rahim seorang ibu. Tempat dimana Allah telah memilih untuk menaruh buah kasih sayang sepasang hamba ciptaanNYA. Di dalam rahim itulah yang biasa juga disebut sebagai alam rahim (alam kasih sayang) proses janin terbentuk, tumbuh dan berkembang dan pada akhirnya ditiupkannya ruh dan setelah lewat dari 3 masa kegelapan akhirnya lahirlah seorang anak manusia ke dunia.
Dimensi rahiim atau kasih sayang sangatlah luas. Betapa kasih sayang ibupun kita tidak dapat membalasnya. Sebagaimana hadits yang menceritakan tentang seorang ibu yang digendong ketika berthawaf, lelaki itu menggendong kemanapun si ibu mau. Kemudian lelaki yang menggendongnya bertanya kepada sahabat Umar, lalu apa jawab Abdullah bin Umar ra, "Belum, setetespun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu."
Seandainya kita mempunyai dua buah gunung emas dan kita berikan semua kepada ibu kita pun belumlah cukup dibandingkan dengan kasih sayang serta kebaikan yang telah ibu berikan kepada kita. Karena itu perlulah kita tafakuri sudahkah kita terus menyambung tali silaturahiim, dalam artian menebarkan kasih sayang kepada ibu kita, ibu, ibu kemudian bapak kita, lalu kepada keluarga dan sesama?
Berhati-hatilah karena Rasullullah SAW, mengingatkan dalam haditsnya; “Dua dosa besar yang Allah segerakan azabnya di dunia, yaitu berbuat zalim dan durhaka kepada orang tua.” (HR. Hakim).
Oleh karena itu, mari segerakan kita bersimpuh memohon maaf, menebarkan doa dan kasih sayang kepada mereka, “Ya Allah, ampunilah kedua orang tuaku dan kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka mengasihiku sewaktu kecil. Aamiin.
Apa kabar ibu kita hari ini?
Sudahkah kita mengunjungi, atau sekedar menelepon mengucapkan salam hari ini, atau mungkin saudara-saudari sudah mempunyai rencana spesial dengan ibu hari ini?
Memang seorang ibu sudah sepantasnyalah mendapatkan tempat spesial di dalam hati semua orang. Ada anekdot yang pernah saya dengar dari seorang teman, “Seorang ibu dapat membesarkan anak-anaknya dengan kasih sayang yang tercurah walaupun hanya seorang diri, sedangkan anaknya bisa berjumlah lebih dari enam. Namun sementara anak yang banyak itu belumlah tentu dapat mengurusi ibunya yang sudah tua walaupun ibunya hanya satu”.
Masya Allah. Boleh jadi ucapan itu banyak benarnya, dikarenakan kita seringkali lupa terhadap ibu. Seringkali kita disibukkan oleh urusan-urusan keseharian yang akhirnya kita lupa atau tidak sempat.
Artinya jika kita sudah tidak satu rumah dengan ibu, walau berdekatan atau notabene masih satu kotapun belum tentu setiap week end kita dapat mengunjungi ibu kita, apalagi bagi yang ibunya di luar kota atau bahkan di luar negeri.
Sementara masih dapat kita ingat, betapa nyamannya pelukan hangat seorang ibu. Yang dengan kasih sayangnya menentramkan kita, yang dengan telatennya mengurusi kita dalam setiap keadaan. Sakit, sedih, gembira, dan tidak peduli betapa nakalnya kita, tetap doa dan kasih sayangnya selalu ada di depan.
Karena itu dalam hadis Rasulullah SAW menyatakan ketika ada yang bertanya; “Siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? “Ibumu”, jawab Nabi. “Kemudian siapa?” “Ibumu.” “Lalu?”, “Ibumu,” baru kemudian Bapakmu dan keluarga terdekat yang lain,” tegas Nabi. (HR. Bukhari dan Muslim)
Bahkan dalam sebuah hadis Qudsi, Abdurrahman bin ‘Auf ra berkata, ia mendengar dari Rasullullah SAW, “Allah pernah mengatakan, ‘Aku adalah Allah, dan Aku adalah Arrahman (Maha Pengasih), Akulah Yang Menciptakan rahim (ibu), dan Aku ambilkan sebutannya dari NamaKU (Arrahiim = Maha Penyayang), barang siapa yang menyambungkannya, maka Aku akan menyambungkan (diriKU) dengannya. Tapi bagi yang memutuskannya maka Aku pun akan memutuskan (diriKU) dengannya.” (HR. Tirmidzi).
Tidak ada bagian tubuh kita yang diambil dari nama suci Allah, kecuali rahim seorang ibu. Tempat dimana Allah telah memilih untuk menaruh buah kasih sayang sepasang hamba ciptaanNYA. Di dalam rahim itulah yang biasa juga disebut sebagai alam rahim (alam kasih sayang) proses janin terbentuk, tumbuh dan berkembang dan pada akhirnya ditiupkannya ruh dan setelah lewat dari 3 masa kegelapan akhirnya lahirlah seorang anak manusia ke dunia.
Dimensi rahiim atau kasih sayang sangatlah luas. Betapa kasih sayang ibupun kita tidak dapat membalasnya. Sebagaimana hadits yang menceritakan tentang seorang ibu yang digendong ketika berthawaf, lelaki itu menggendong kemanapun si ibu mau. Kemudian lelaki yang menggendongnya bertanya kepada sahabat Umar, lalu apa jawab Abdullah bin Umar ra, "Belum, setetespun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu."
Seandainya kita mempunyai dua buah gunung emas dan kita berikan semua kepada ibu kita pun belumlah cukup dibandingkan dengan kasih sayang serta kebaikan yang telah ibu berikan kepada kita. Karena itu perlulah kita tafakuri sudahkah kita terus menyambung tali silaturahiim, dalam artian menebarkan kasih sayang kepada ibu kita, ibu, ibu kemudian bapak kita, lalu kepada keluarga dan sesama?
Berhati-hatilah karena Rasullullah SAW, mengingatkan dalam haditsnya; “Dua dosa besar yang Allah segerakan azabnya di dunia, yaitu berbuat zalim dan durhaka kepada orang tua.” (HR. Hakim).
Oleh karena itu, mari segerakan kita bersimpuh memohon maaf, menebarkan doa dan kasih sayang kepada mereka, “Ya Allah, ampunilah kedua orang tuaku dan kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka mengasihiku sewaktu kecil. Aamiin.
Rabu, 27 Juni 2012
Masa Kecil..
Yuuuhuuu.. dah lama kaga nulis lagi dimari.. mungkin blog ini rangkuman diary gw kali yach (so sweet banget gw).. Dimulai dimana pada suatu masa kita masih bebas bak kertas kosong yang siap di hiasi coretan-coretan bermakna, tak ada beban, dan tak ada masalah yang berat dan itulah masa kecil.. #skip
yach masa kecil gw tepat pas menginjak kelas 1 SD sempat di migrasikan sama orangtua ke Tegal inilah mungkin penyebab kenapa sekarang muka gw beraliran motif mas-mas Tegal ( ngaco). gw tinggal di rumah eyang dan ortu di Tangerang.. awalnya memang terasa berat pas di tinggal tapi disanalah gw menemukan arti kata sederhana. Thanks Allah karena memberikan eyang sebaik beliau, bermukim di kota yang terkenal dengan teh poci cuman gw cicipin 2 tahun doang..
Yapsss.. kelas 3 gw Urbanisasi lagi ke Tangerang, kota dimana gw menemukan banyak orang2 perantauan juga sama seperti papah gw lakuin tahun 90 silam.. di mana tinggal di perumahan yang identik dengan banjir dan pasar yang bernama doyong.. Purati lebih akrab di dengar nama perumahan ini.. di blok L gw bertemu dengan manusia2 segede, sepantaran, seukuran dan sebaya, gw yang gw tinggalin pas kelas 1 SD.. Mandala (Aci), Intan, Yanto, Ades(Amir), Kiki (Pitak), Pendi (Ndul), Bayu (babel), Tian, Tresna, Retno, Ipul, Oki.
Hahahaha dengan bocah2 inggusan 12 tahun Silam masa kecil gw di warnai dengan kehadiran mereka.. dari yang namanya maen polisi-polisian yang mana yang 1 team sama aci paling di sukai soalnya bocah yang satu ini yang paling gesit, lincah, and cepat larinya, dari yang dikejar anjing yang namanya bruno, nyari capung sampe pabrik2 oki jelly drink. maen bola di lapangan keroncong yang sekarang udah jadi pabrik, ngejar layangan sampe berantem di lapangan lion, Banjir-banjiran and bikin perahu dari kedebong pisang.. Hahahha kangen pas masa-masa itu.. masa dimana hampir setiap hari kita kumpul, masa dimana kita ketawa bareng, masa dimana berantem satu sama laen, masa dimana hidup mungkin tak terlalu berwarna tanpa kehadiran kalian..
Sekarang kita mau ga mau berevolusi menjadi manusia yang tingkatannya lebih tinggi di banding kan anak-anak.. kita sudah mempunyai kesibukan masing-masing. sudah punya beban tanggung jawab masing-masing..
Tapi gw berharap kita jangan pernah lupa masa waktu kecil, yang selalu mewarnai dengan warna-warna kenangan hingga saat ini dan gw harap kita selalu kompak, tertawa, duka, dan berlari bersama..
Thanks a lot for all My Friends..
yach masa kecil gw tepat pas menginjak kelas 1 SD sempat di migrasikan sama orangtua ke Tegal inilah mungkin penyebab kenapa sekarang muka gw beraliran motif mas-mas Tegal ( ngaco). gw tinggal di rumah eyang dan ortu di Tangerang.. awalnya memang terasa berat pas di tinggal tapi disanalah gw menemukan arti kata sederhana. Thanks Allah karena memberikan eyang sebaik beliau, bermukim di kota yang terkenal dengan teh poci cuman gw cicipin 2 tahun doang..Yapsss.. kelas 3 gw Urbanisasi lagi ke Tangerang, kota dimana gw menemukan banyak orang2 perantauan juga sama seperti papah gw lakuin tahun 90 silam.. di mana tinggal di perumahan yang identik dengan banjir dan pasar yang bernama doyong.. Purati lebih akrab di dengar nama perumahan ini.. di blok L gw bertemu dengan manusia2 segede, sepantaran, seukuran dan sebaya, gw yang gw tinggalin pas kelas 1 SD.. Mandala (Aci), Intan, Yanto, Ades(Amir), Kiki (Pitak), Pendi (Ndul), Bayu (babel), Tian, Tresna, Retno, Ipul, Oki.
Hahahaha dengan bocah2 inggusan 12 tahun Silam masa kecil gw di warnai dengan kehadiran mereka.. dari yang namanya maen polisi-polisian yang mana yang 1 team sama aci paling di sukai soalnya bocah yang satu ini yang paling gesit, lincah, and cepat larinya, dari yang dikejar anjing yang namanya bruno, nyari capung sampe pabrik2 oki jelly drink. maen bola di lapangan keroncong yang sekarang udah jadi pabrik, ngejar layangan sampe berantem di lapangan lion, Banjir-banjiran and bikin perahu dari kedebong pisang.. Hahahha kangen pas masa-masa itu.. masa dimana hampir setiap hari kita kumpul, masa dimana kita ketawa bareng, masa dimana berantem satu sama laen, masa dimana hidup mungkin tak terlalu berwarna tanpa kehadiran kalian..
Sekarang kita mau ga mau berevolusi menjadi manusia yang tingkatannya lebih tinggi di banding kan anak-anak.. kita sudah mempunyai kesibukan masing-masing. sudah punya beban tanggung jawab masing-masing..
Tapi gw berharap kita jangan pernah lupa masa waktu kecil, yang selalu mewarnai dengan warna-warna kenangan hingga saat ini dan gw harap kita selalu kompak, tertawa, duka, dan berlari bersama..
Thanks a lot for all My Friends..
Senin, 06 Februari 2012
Jatuh Cinta Diam-Diam
Oke, gue sadar kalo thread ini gak penting :nohope: tapi apa salahnya kalo gue berbagi kisah percintaan bodoh yang udah gue alami
Inspirasi Thread ini dari buku MMJnya Raditya Dika tapi diceritakan dengan kisah ane sendiri dan tentu saja berbeda :D
kalo udah baca bukunya pasti bilang lain kok :) walaupun ada juga yg sama
Oke ini udah lama bgt. Waktu gue kelas satu SMP, gue pernah jatuh cinta diam-diam sama cewek. Sebut saja Clara (Oke, namanya gue samarkan, takut yang bersangkutan baca ). Do'i anak kelas sebelah.
Sebenernya gue bisa dapetin clara (menurut gua sih ). Gua lumayan ganteng , pembawaan keren (lagi lagi ini menurut gua menurut nyokap gua juga sih ) dan satu lagi, gue anak futsal (di sekolah gue, anak futsal biasa jadi idola kaum hawa.)
Tapi entah kenapa gue gak pernah bisa menyatakan pernyataan deklaratif kalo sebenernya gua suka sama dia
Mungkin waktu bayi gue menyusu pada mamalia yang salah
Gue bukan cowok yang romantis, yang waktu nembak bawa bola-bola cokelat dan mawar merah yang seharusnya jadi bekal hari itu untuk dijadikan senjata ampuh buat kesan manis saat kenalan . sesuai yang tadi gue bilang, gue bukan cowok romantis, jadi gue gak melakukan hal itu.
Orang yang jatuh cinta diam-diam tau dengan detail semua informasi orang yang dia taksir, walaupun mereka belum pernah ngobrol.
Oleh karna teori itu, Gue tau Clara pulang sekolah naik apa & sama siapa, rumahnya berjarak 5km dari sekolah dan dia biasa menempuhnya dalam waktu 15 menit, dan gue jg tau berapa ukuran celana dalem dia. oke kalimat terakhir itu bohong.
Gue tau nama panjang si Clara (yg dlm hal ini lagi-lagi gue gak berani menuliskannya disini). Dia suka warna pink. Mantan pacarnya banyak banget, sebenernya gak pake banget juga udah banyak . Mulai dari anak pejabat sampai anak bukan pejabat, sampai anak pejabat yang bukan anak pejabat (nah lho, anak siapa dong?). Ohiya kata banyak disini dalam kriteria anak yang baru lulus SD yaaa.
Gue tau Clara adalah Libra tulen, dan pada ulang tahun clara yang terakhir, dia dikasih sama mantan pacarnya <<< oke ini lebay, maksud gua dikasih Baju
Gue tau, Clara gak suka berlama-lama tinggal di sekolah setelah jam pulang.
Jadi setiap bel pulang berdering, do'i pasti udah stand by di depan gerbang sekolah sambil ngegodain cowok-cowok tampan yang lewat :mahos (maksud gue sebaliknya, Clara yang digodain.)
Dari mana gue tau semua ini?
Seperti biasa, dari teman. Dari pengamatan. Dari keinginan untuk mencari tahu. Dari eksperimen Fisika , bahkan sampai hal yang terkecil atas orang yang gue taksir.
Orang yang jatuh cinta diam-diam (baca: gue) memenuhi catatannya dengan perasaan hati yang tidak tersampaikan. Di dalam catatan fisika, Gue sering menggambar huruf C besar, yang lalu gue tambahin dengan gambar hati dan ornamen bunga. Satu kata. Sweet.
Saat temen-temen gue tau apa yang gue gambar, mereka bilang,'Gile! Norak amat lo! Besoknya, mereka ikutan bikin.
Lebih kreatif temen gua, Yodi, dia emang jago gambar, dia buat sebuah karikatur komik yang berisi gambar dia dan orang yang dia taksir. Keren.
Suatu saat, gue pernah digambarin karikatur juga sama dia.
Dalam gambarnya si Clara dibuat secantik mungkin, berbanding terbalik dengan gua Sepertinya ada dendam yang tersimpan *gaklah.
Berhubung gue orangnya gampang puas, gambar itu gue simpan di antara rumus rumus fisika dan coretan matematika untuk menghitung vektor (Oke, waktu SMP blm ada vektor.)
Mungkin gue gak bisa dapetin Clara atau bahkan deket dengan dia. tapi setidaknya, di gambar si yodi, gue sama clara bergandengan tangan.
Pernah suatu hari guru bahasa inggris gue (namanya bu rahmi) nyuruh bikin sebuah percakapan.
Tugas laknat ini gue konversikan dengan manis dengan percakapan Q&A (Questions & Answers)
Q: Who are you?
A: Clara's boyfriend.
Absurd.
'Lo pernah mikir gak sih, kalo ternyata cewek yang kita suka selama ini gak pernah suka sama kita? Dan kenapa kita gak cari cewek yang sejatinya udah suka sama kita?'
Gue nyeletuk, 'emang ada yang suka sama kita?'.
'Ya seandainya aja ada', dia jawab gitu.
S : Setan
M : Malaikat
(M) : Ayo, telfon clara sekarang!
(S) : Ngapain lu nelfon Clara! Toh, lu gak bakal dapetin dia!
(M) : elo ganteng, keren, anak futsal lagi. Mana mungkin dia gak mau sama lo!
(S) : Ah elu main futsal juga gak pernah dimainin! Cadangan mati!
"Fakir Asmara lebih terhormat daripada Pengemis Cinta, jangan memohon-mohon cinta, jomblo lebih terhormat."
Inspirasi Thread ini dari buku MMJnya Raditya Dika tapi diceritakan dengan kisah ane sendiri dan tentu saja berbeda :D
kalo udah baca bukunya pasti bilang lain kok :) walaupun ada juga yg sama
Oke ini udah lama bgt. Waktu gue kelas satu SMP, gue pernah jatuh cinta diam-diam sama cewek. Sebut saja Clara (Oke, namanya gue samarkan, takut yang bersangkutan baca ). Do'i anak kelas sebelah.
Sebenernya gue bisa dapetin clara (menurut gua sih ). Gua lumayan ganteng , pembawaan keren (lagi lagi ini menurut gua menurut nyokap gua juga sih ) dan satu lagi, gue anak futsal (di sekolah gue, anak futsal biasa jadi idola kaum hawa.)
Tapi entah kenapa gue gak pernah bisa menyatakan pernyataan deklaratif kalo sebenernya gua suka sama dia
Mungkin waktu bayi gue menyusu pada mamalia yang salah
Gue emang tolol, tapi bukan berarti gua bertindak layaknya seorang idiot yg ngeces-ngeces, lari berkeliaran pukul 2 pagi buat ngubek ngubek sampah, dan manjat manjat menara masjid yang baru dibangun <<< oke ini lebay.
Gue tolol dalam hal mencoba menarik perhatian Clara . Gua bahkan gak tau gimana cara kenalan yang baik dan benar dgn Clara.
Padahal, di rumah, gua udah latihan ngomong di depan kaca, melontarkan kalimat kalimat sok asik buat ngajak kenalan
Kalimat yang udah gua hafalkan lumayan banyak dan bervariasi.
Mulai dari yang standar....
'hai nama gue johnson'
Sampai yg paling nggak banget....
'Gue johnson, what's up babyyy?? Ke Mall yuk.'
Satu-satunya cewek yang mau lo ajak ke Mall dgn kalimat seperti itu adalah tante tante desperate berumur 45 tahun yang bahkan belum pernah digrepe orang di kereta kelas ekonomi.
Gue tolol dalam hal mencoba menarik perhatian Clara . Gua bahkan gak tau gimana cara kenalan yang baik dan benar dgn Clara.
Padahal, di rumah, gua udah latihan ngomong di depan kaca, melontarkan kalimat kalimat sok asik buat ngajak kenalan
Kalimat yang udah gua hafalkan lumayan banyak dan bervariasi.
Mulai dari yang standar....
'hai nama gue johnson'
Sampai yg paling nggak banget....
'Gue johnson, what's up babyyy?? Ke Mall yuk.'
Satu-satunya cewek yang mau lo ajak ke Mall dgn kalimat seperti itu adalah tante tante desperate berumur 45 tahun yang bahkan belum pernah digrepe orang di kereta kelas ekonomi.
Gue juga sering bengong sendiri waktu nggak sengaja face-to-face sama Clara , dan bodohnya....gue selalu menyianyiakan kesempatan berharga itu buat ngobrol sama si Clara. What an Idiot
tapi gue yakin, yang gue lakukan pasti dilakukan juga oleh orang yang jatuh cinta diam-diam.
Gue bukan cowok yang romantis, yang waktu nembak bawa bola-bola cokelat dan mawar merah yang seharusnya jadi bekal hari itu untuk dijadikan senjata ampuh buat kesan manis saat kenalan . sesuai yang tadi gue bilang, gue bukan cowok romantis, jadi gue gak melakukan hal itu.
Orang yang jatuh cinta diam-diam tau dengan detail semua informasi orang yang dia taksir, walaupun mereka belum pernah ngobrol.
Oleh karna teori itu, Gue tau Clara pulang sekolah naik apa & sama siapa, rumahnya berjarak 5km dari sekolah dan dia biasa menempuhnya dalam waktu 15 menit, dan gue jg tau berapa ukuran celana dalem dia. oke kalimat terakhir itu bohong.
Gue tau nama panjang si Clara (yg dlm hal ini lagi-lagi gue gak berani menuliskannya disini). Dia suka warna pink. Mantan pacarnya banyak banget, sebenernya gak pake banget juga udah banyak . Mulai dari anak pejabat sampai anak bukan pejabat, sampai anak pejabat yang bukan anak pejabat (nah lho, anak siapa dong?). Ohiya kata banyak disini dalam kriteria anak yang baru lulus SD yaaa.
Gue tau Clara adalah Libra tulen, dan pada ulang tahun clara yang terakhir, dia dikasih sama mantan pacarnya <<< oke ini lebay, maksud gua dikasih Baju
Gue tau, Clara gak suka berlama-lama tinggal di sekolah setelah jam pulang.
Jadi setiap bel pulang berdering, do'i pasti udah stand by di depan gerbang sekolah sambil ngegodain cowok-cowok tampan yang lewat :mahos (maksud gue sebaliknya, Clara yang digodain.)
Dari mana gue tau semua ini?
Seperti biasa, dari teman. Dari pengamatan. Dari keinginan untuk mencari tahu. Dari eksperimen Fisika , bahkan sampai hal yang terkecil atas orang yang gue taksir.
Orang yang jatuh cinta diam-diam (baca: gue) memenuhi catatannya dengan perasaan hati yang tidak tersampaikan. Di dalam catatan fisika, Gue sering menggambar huruf C besar, yang lalu gue tambahin dengan gambar hati dan ornamen bunga. Satu kata. Sweet.
Saat temen-temen gue tau apa yang gue gambar, mereka bilang,'Gile! Norak amat lo! Besoknya, mereka ikutan bikin.
Lebih kreatif temen gua, Yodi, dia emang jago gambar, dia buat sebuah karikatur komik yang berisi gambar dia dan orang yang dia taksir. Keren.
Suatu saat, gue pernah digambarin karikatur juga sama dia.
Dalam gambarnya si Clara dibuat secantik mungkin, berbanding terbalik dengan gua Sepertinya ada dendam yang tersimpan *gaklah.
Berhubung gue orangnya gampang puas, gambar itu gue simpan di antara rumus rumus fisika dan coretan matematika untuk menghitung vektor (Oke, waktu SMP blm ada vektor.)
Mungkin gue gak bisa dapetin Clara atau bahkan deket dengan dia. tapi setidaknya, di gambar si yodi, gue sama clara bergandengan tangan.
Pernah suatu hari guru bahasa inggris gue (namanya bu rahmi) nyuruh bikin sebuah percakapan.
Tugas laknat ini gue konversikan dengan manis dengan percakapan Q&A (Questions & Answers)
Q: Who are you?
A: Clara's boyfriend.
Absurd.
Orang yang jatuh cinta diam-diam (baca:gue) selalu bertingkah seperti seorang mata-mata kalo ga mau di bilang seperti penguntit.. Waktu jam pulang sekolah, gue selalu ngeliat kearah jendela kelas, biar bisa liat clara waktu pulang.
Pas ketika Clara ngeliat balik ke arang gw, gw pasti membuang muka atau yang lebih efektif pura-pura mati. dan gw rasa itu aneh..
Hampir semua orang yang jatuh cinta diam-diam pernah sms orang yang mereka taksir, tapi percakapan terhenti pas yang di sebrang sana menjawab "ini siapa..?" (bodoh)
Tapi pernah suatu malem gw nekat nelelpon clara. Begitu diangkat sama doi, dia langsung ngomong "Hallo" dan kaga gw jawab, gw cuman bisa ngomong dalam hati "Suaranya bagus bangeeeeet" kalo lu nanya "nic emang lo blm pernah denger suaranya.?" gw jawab : " belum sejelas and sedeket tadi" #senyumKuda
Suatu hari, temen gue nanya pertanyaan (yang tumben serius)
'Lo pernah mikir gak sih, kalo ternyata cewek yang kita suka selama ini gak pernah suka sama kita? Dan kenapa kita gak cari cewek yang sejatinya udah suka sama kita?'
Gue nyeletuk, 'emang ada yang suka sama kita?'.
'Ya seandainya aja ada', dia jawab gitu.
Atau karna mereka juga suka tapi diam-diam? Ah entahlah.
Sebenernya gue pgn nelfon atau minimal sms Clara nanti malam dan bilang kalo sebenernya gua suka sama dia.
Tapi terjadi perdebatan yang begitu kuat di dalam hati gue.
Tapi terjadi perdebatan yang begitu kuat di dalam hati gue.
S : Setan
M : Malaikat
(M) : Ayo, telfon clara sekarang!
(S) : Ngapain lu nelfon Clara! Toh, lu gak bakal dapetin dia!
(M) : elo ganteng, keren, anak futsal lagi. Mana mungkin dia gak mau sama lo!
(S) : Ah elu main futsal juga gak pernah dimainin! Cadangan mati!
JLEB!
Ya, seperti biasa, yang jahat selalu menang. Gue gak jadi nelfon clara. Dan keliatannya tokoh Setan yang gue gambarkan disini terlalu jujur.
Ya, seperti biasa, yang jahat selalu menang. Gue gak jadi nelfon clara. Dan keliatannya tokoh Setan yang gue gambarkan disini terlalu jujur.
Lalu gue pikir Pensi adalah waktu yang tepat buat menyatakan secara deklaratif ke Clara kalo gue suka sama dia *cieelah. Entah kenapa gue mikir Pensi adalah suatu momen yang tepat. Mungkin karna dulu gua suka nonton FTV yang biasanya orang yg nonton itu bakalan jadi ABG Labil. I Hope Not.
Tapi lagi-lagi niat gua buat ngomong sama Clara pas Pensi gue urungkan.
Semakin gue nunggu waktu yang pas buat ngomong ke Clara, semakin gue merasa ingin terus mengulur-ulur waktu.
Sampai pada akhirnya, ketika gue rasa momennya udah pas, saat itu juga si Clara udah dapet pacar baru.
Gue cuma bisa bengong, berharap ada badai yang akan menyapu bersih kegalauan gue waktu itu.
#versilebay
Tapi lagi-lagi niat gua buat ngomong sama Clara pas Pensi gue urungkan.
Semakin gue nunggu waktu yang pas buat ngomong ke Clara, semakin gue merasa ingin terus mengulur-ulur waktu.
Sampai pada akhirnya, ketika gue rasa momennya udah pas, saat itu juga si Clara udah dapet pacar baru.
Gue cuma bisa bengong, berharap ada badai yang akan menyapu bersih kegalauan gue waktu itu.
#versilebay
Orang yang jatuh cinta cinta diam-diam pada akhirnya selalu melamun dengan tidak pasti, memandang waktu yang berjalan dengan sangat cepat dan menyesali semua perbuatan yang tidak mereka lakukan dulu. Gue nyesel kenapa waktu Pensi, gak gue 'hajar' aja langsung.
Orang yang jatuh cinta diam-diam harrus bisa melanjutkan hidupnya dalam keheningan.
Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam (baca: gue) hanya bisa mendo'akan, setelah capek berharap yang tidak pasti
Pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inignkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang sesungguhnya tidak kita butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka lakukan, jatuh cinta sendirian.
Orang yang jatuh cinta diam-diam harrus bisa melanjutkan hidupnya dalam keheningan.
Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam (baca: gue) hanya bisa mendo'akan, setelah capek berharap yang tidak pasti
Pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inignkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang sesungguhnya tidak kita butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka lakukan, jatuh cinta sendirian.
Begitulah cerita bodoh percintaan gue semasa SMP kelas 7-8.
Alhamdulillah, di SMP gue yang dulu. gue udah bukan jadi orang yang hanya bisa jatuh cinta diam-diam
Tapi tampaknya Syndrom Jatuh cinta diam-diam ini kambuh ketika gue SMA.
Meskipun, gue dan clara masuk SMA yang berbeda
Alhamdulillah, di SMP gue yang dulu. gue udah bukan jadi orang yang hanya bisa jatuh cinta diam-diam
Tapi tampaknya Syndrom Jatuh cinta diam-diam ini kambuh ketika gue SMA.
Meskipun, gue dan clara masuk SMA yang berbeda
n ga cuman SMA di Tempat kursus gw juga terjangkit tuch Syndrom..
demikianlah Sekilas Info..
Salam Peace, Love n tetep Gaol..
dan buat para jomblo-jomblo
Rabu, 18 Januari 2012
Surga Pun Takkan Cukup
Saat kita asik menyaksikan film, kadang kita lupa bahwa semua adegan sudah dirancang oleh sutradara. Apakah kita ingat saat membaca kitab suci, bahwa kisah Adam dan Hawa sudah dirancang oleh Tuhan?
Sebelum Adam diciptakan pun Tuhan sudah tahu bahwa Adam akan dikeluarkan dari surga. Tuhan juga tahu bahwa setan tidak akan sujud kepada Adam. Tuhan Maha Tahu, bukan?
Jika surga berada dalam dimensi keabadian, mengapa Tuhan menceritakan kisah Adam dan Hawa layaknya berada dalam dimensi waktu? Dalam dimensi keabadian, tidak ada dimensi waktu. Kalo masih ada waktu, berarti bukan alam keabadian.
Tuhan menceritakan dalam dimensi waktu adalah agar manusia lebih mudah memahaminya, terlebih manusia sebelum abad 21. Sehingga setiap manusia dapat memetik pelajaran dari kisah tersebut.
Lalu, apa pelajaran yang bisa kita petik dari kisah Adam dan Hawa?
Untuk Adam dan Hawa, segala sesuatu sudah disediakan di surga kecuali satu yaitu buah khuldi. Kenapa Hawa masih meminta Buah Khuldi?
Setidaknya ada dua pelajaran yang bisa kita petik. Pertama adalah bahwa surga adalah tempat bagi orang yang ikhlas menerima apapun, menerima kenikmatan surgawi juga harus ikhlas.
Kedua, biarpun seisi surga telah diberikan kepada Adam dan Hawa, tapi masih saja meminta lebih. Itulah manusia yang memburu nafsu, surga pun takkan cukup memenuhi nafsunya.
Jika surga saja tak cukup memenuhi nafsu manusia, apalagi cuman planet bumi?
Jumat, 30 Desember 2011
Perayaan Akhir Tahun
Macet, Sibuk, and Dilema.. itu lah yang dirasakan segelintir orang (termasuk gw) menjelang akhir tahun. kayanya udah menjadi tradisi and perayaan masiff oleh seluruh masyarakat dunia, wajib kalinya buat nyambut tuch tahun baru.. sampe orang-orang rela macet2an berjam2, begadang semalam suntuk cuman demi ngeliat kembang api and pergantian kalender baru. Bandung, Puncak, Bali, Jogja, Ancol menjadi korban kebrutalan orang merayakan akhir tahun.. semoga bacaan dibawah ini bisa bermanfaat dan berguna bagi kita semua. khususnya kaum muslim..
Perayaan tahun baru masehi memiliki sejarah panjang. Banyak di antara orang-orang yang ikut merayakan hari itu tidak mengetahui kapan pertama kali acara tersebut diadakan dan latar belakang mengapa hari itu dirayakan. Kegiatan ini merupakan pesta warisan dari masa lalu yang dahulu dirayakan oleh orang-orang Romawi. Mereka (orang-orang Romawi) mendedikasikan hari yang istimewa ini untuk seorang dewa yang bernama Janus, The God of Gates, Doors, and Beeginnings. Janus adalah seorang dewa yang memiliki dua wajah, satu wajah menatap ke depan dan satunya lagi menatap ke belakang, sebagai filosofi masa depan dan masa lalu, layaknya momen pergantian tahun. (G Capdeville “Les épithetes cultuels de Janus” inMélanges de l’école française de Rome (Antiquité),hal. 399-400)
Fakta ini menyimpulkan bahwa perayaan tahun baru sama sekali tidak berasal dari budaya kaum muslimin. Pesta tahun baru masehi, pertama kali dirayakan orang kafir, yang notabene masyarakat paganis Romawi.
Acara ini terus dirayakan oleh masyarakt modern dewasa ini, walaupun mereka tidak mengetahui spirit ibadah pagan adalah latar belakang diadakannya acara ini. Mereka menyemarakkan hari ini dengan berbagai macam permainan, menikmati indahnya langit dengan semarak cahaya kembang api, dsb.
Tahun Baru = Hari Raya Orang Kafir
Turut merayakan tahun baru statusnya sama dengan merayakan hari raya orang kafir. Dan ini hukumnya terlarang. Di antara alasan statement ini adalah:
Pertama, turut merayakan tahun baru sama dengan meniru kebiasaan mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita untuk meniru kebiasaan orang jelek, termasuk orang kafir. Beliau bersabda,
من تشبه بقوم فهو منهم
“Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (Hadis shahih riwayat Abu Daud)
Abdullah bin Amr bin Ash mengatakan,
من بنى بأرض المشركين وصنع نيروزهم ومهرجاناتهم وتشبه بهم حتى يموت خسر في يوم القيامة
“Siapa yang tinggal di negeri kafir, ikut merayakan Nairuz dan Mihrajan (hari raya orang majusi), dan meniru kebiasaan mereka, sampai mati maka dia menjadi orang yang rugi pada hari kiamat.”
Kedua, mengikuti hari raya mereka termasuk bentuk loyalitas dan menampakkan rasa cinta kepada mereka. Padahal Allah melarang kita untuk menjadikan mereka sebagai kekasih (baca: memberikan loyalitas) dan menampakkan cinta kasih kepada mereka. Allah berfirman,
يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا عدوي وعدوكم أولياء تلقون إليهم بالمودة وقد كفروا بما جاءكم من الحق …
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (rahasia), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu..” (QS. Al-Mumtahanan: 1)
Ketiga, Hari raya merupakan bagian dari agama dan doktrin keyakinan, bukan semata perkara dunia dan hiburan. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang di kota Madinah, penduduk kota tersebut merayakan dua hari raya, Nairuz dan Mihrajan. Beliau pernah bersabda di hadapan penduduk madinah,
قدمت عليكم ولكم يومان تلعبون فيهما إن الله عز و جل أبدلكم بهما خيرا منهما يوم الفطر ويوم النحر
“Saya mendatangi kalian dan kalian memiliki dua hari raya, yang kalian jadikan sebagai waktu untuk bermain. Padahal Allah telah menggantikan dua hari raya terbaik untuk kalian; idul fitri dan idul adha.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Nasa’i).
Perayaan Nairuz dan Mihrajan yang dirayakan penduduk madinah, isinya hanya bermain-main dan makan-makan. Sama sekali tidak ada unsur ritual sebagaimana yang dilakukan orang majusi, sumber asli dua perayaan ini. Namun mengingat dua hari tersebut adalah perayaan orang kafir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammelarangnya. Sebagai gantinya, Allah berikan dua hari raya terbaik: Idul Fitri dan Idul Adha.
Untuk itu, turut bergembira dengan perayaan orang kafir, meskipun hanya bermain-main, tanpa mengikuti ritual keagamaannya, termasuk perbuatan yang telarang, karena termasuk turut mensukseskan acara mereka.
Untuk itu, turut bergembira dengan perayaan orang kafir, meskipun hanya bermain-main, tanpa mengikuti ritual keagamaannya, termasuk perbuatan yang telarang, karena termasuk turut mensukseskan acara mereka.
Keempat, Allah berfirman menceritakan keadaan ‘ibadur rahman (hamba Allah yang pilihan),
و الذين لا يشهدون الزور …
“Dan orang-orang yang tidak turut dalam kegiatan az-Zuur…”
Sebagian ulama menafsirkan kata ‘az-Zuur’ pada ayat di atas dengan hari raya orang kafir. Artinya berlaku sebaliknya, jika ada orang yang turut melibatkan dirinya dalam hari raya orang kafir berarti dia bukan orang baik.
Sebagian ulama menafsirkan kata ‘az-Zuur’ pada ayat di atas dengan hari raya orang kafir. Artinya berlaku sebaliknya, jika ada orang yang turut melibatkan dirinya dalam hari raya orang kafir berarti dia bukan orang baik.
Artikel www.KonsultasiSyariah.com
Ada sekian banyak pendapat yang berbeda tentang hukum merayakan tahun baru masehi. Sebagian mengharamkan dan sebagian lainnya membolehkannya dengan syarat.
1. Pendapat yang Mengharamkan
Mereka yang mengharamkan perayaan malam tahun baru masehi, berhujjah dengan beberapa argumen.
a. Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Ibadah Orang Kafir
Bahwa perayaan malam tahun baru pada hakikatnya adalah ritual peribadatan para pemeluk agama bangsa-bangsa di Eropa, baik yang Nasrani atau pun agama lainnya.
Sejak masuknya ajaran agama Nasrani ke Eropa, beragam budaya paganis (keberhalaan) masuk ke dalam ajaran itu. Salah satunya adalah perayaan malam tahun baru. Bahkan menjadi satu kesatuan dengan perayaan Natal yang dipercaya secara salah oleh bangsa Eropa sebagai hari lahir nabi Isa.
Walhasil, perayaan malam tahun baru masehi itu adalah perayaan hari besar agama kafir. Maka hukumnya haram dilakukan oleh umat Islam.
b. Perayaan Malam Tahun Baru Menyerupai Orang Kafir
Meski barangkali ada yang berpendapat bahwa perayaan malam tahun tergantung niatnya, namun paling tidak seorang muslim yang merayakan datangnya malam tahun baru itu sudah menyerupai ibadah orang kafir. Dan sekedar menyerupai itu pun sudah haram hukumnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
Siapa yang menyerupai pekerjaan suatu kaum (agama tertentu), maka dia termasuk bagian dari mereka.
c. Perayaan Malam Tahun Baru Penuh Maksiat
Sulit dipungkiri bahwa kebanyakan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, berzina, tertawa dan hura-hura. Bahkan bergadang semalam suntuk menghabiskan waktu dengan sia-sia. Padahal Allah SWT telah menjadikan malam untuk berisitrahat, bukan untuk melek sepanjang malam, kecuali bila ada anjuran untuk shalat malam.
Maka mengharamkan perayaan malam tahun baru buat umat Islam adalah upaya untuk mencegah dan melindungi umat Islam dari pengaruh buruk yang lazim dikerjakan para ahli maksiat.
d. Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Bid`ah
Syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW adalah syariat yang lengkap dan sudah tuntas. Tidak ada lagi yang tertinggal.
Sedangkan fenomena sebagian umat Islam yang mengadakan perayaan malam tahun baru Masehi di masjid-masijd dengan melakukan shalat malam berjamaah, tanpa alasan lain kecuali karena datangnya malam tahun baru, adalah sebuah perbuatan bid�ah yang tidak pernah dikerjakan oleh Rasulullah SAW, para shahabat dan salafus shalih.
Maka hukumnya bid�ah bila khusus untuk even malam tahun baru digelar ibadah ritual tertentu, seperti qiyamullail, doa bersama, istighatsah, renungan malam, tafakkur alam, atau ibadah mahdhah lainnya. Karena tidak ada landasan syar�inya.
2. Pendapat yang Menghalalkan
Pendapat yang menghalalkan berangkat dari argumentasi bahwa perayaan malam tahun baru Masehi tidak selalu terkait dengan ritual agama tertentu. Semua tergantung niatnya. Kalau diniatkan untuk beribadah atau ikut-ikutan orang kafir, maka hukumnya haram. Tetapi tidak diniatkan mengikuti ritual orang kafir, maka tidak ada larangannya.
Mereka mengambil perbandingan dengan liburnya umat Islam di hari natal. Kenyataannya setiap ada tanggal merah di kalender karena natal, tahun baru, kenaikan Isa, paskah dan sejenisnya, umat Islam pun ikut-ikutan libur kerja dan sekolah. Bahkan bank-bank syariah, sekolah Islam, pesantren, departemen Agama RI dan institusi-institusi keIslaman lainnya juga ikut libur. Apakah liburnya umat Islam karena hari-hari besar kristen itu termasuk ikut merayakan hari besar mereka?
Umumnya kita akan menjawab bahwa hal itu tergantung niatnya. Kalau kita niatkan untuk merayakan, maka hukumnya haram. Tapi kalau tidak diniatkan merayakan, maka hukumnya boleh-boleh saja.
Demikian juga dengan ikutan perayaan malam tahun baru, kalau diniatkan ibadah dan ikut-ikutan tradisi bangsa kafir, maka hukumnya haram. Tapi bila tanpa niat yang demikian, tidak mengapa hukumnya.
Adapun kebiasaan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, zina dan serangkaian maksiat, tentu hukumnya haram. Namun bila yang dilakukan bukan maksiat, tentu keharamannya tidak ada. Yang haram adalah maksiatnya, bukan merayakan malam tahun barunya.
Misalnya, umat Islam memanfaatkan even malam tahun baru untuk melakukan hal-hal positif, seperti memberi makan fakir miskin, menyantuni panti asuhan, membersihkan lingkungan dan sebagainya.
Demikianlah ringkasan singkat tentang perbedaan pandangan dari beragam kalangan tentang hukum umat Islam merayakan malam tahun baru.
1. Pendapat yang Mengharamkan
Mereka yang mengharamkan perayaan malam tahun baru masehi, berhujjah dengan beberapa argumen.
a. Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Ibadah Orang Kafir
Bahwa perayaan malam tahun baru pada hakikatnya adalah ritual peribadatan para pemeluk agama bangsa-bangsa di Eropa, baik yang Nasrani atau pun agama lainnya.
Sejak masuknya ajaran agama Nasrani ke Eropa, beragam budaya paganis (keberhalaan) masuk ke dalam ajaran itu. Salah satunya adalah perayaan malam tahun baru. Bahkan menjadi satu kesatuan dengan perayaan Natal yang dipercaya secara salah oleh bangsa Eropa sebagai hari lahir nabi Isa.
Walhasil, perayaan malam tahun baru masehi itu adalah perayaan hari besar agama kafir. Maka hukumnya haram dilakukan oleh umat Islam.
b. Perayaan Malam Tahun Baru Menyerupai Orang Kafir
Meski barangkali ada yang berpendapat bahwa perayaan malam tahun tergantung niatnya, namun paling tidak seorang muslim yang merayakan datangnya malam tahun baru itu sudah menyerupai ibadah orang kafir. Dan sekedar menyerupai itu pun sudah haram hukumnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
Siapa yang menyerupai pekerjaan suatu kaum (agama tertentu), maka dia termasuk bagian dari mereka.
c. Perayaan Malam Tahun Baru Penuh Maksiat
Sulit dipungkiri bahwa kebanyakan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, berzina, tertawa dan hura-hura. Bahkan bergadang semalam suntuk menghabiskan waktu dengan sia-sia. Padahal Allah SWT telah menjadikan malam untuk berisitrahat, bukan untuk melek sepanjang malam, kecuali bila ada anjuran untuk shalat malam.
Maka mengharamkan perayaan malam tahun baru buat umat Islam adalah upaya untuk mencegah dan melindungi umat Islam dari pengaruh buruk yang lazim dikerjakan para ahli maksiat.
d. Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Bid`ah
Syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW adalah syariat yang lengkap dan sudah tuntas. Tidak ada lagi yang tertinggal.
Sedangkan fenomena sebagian umat Islam yang mengadakan perayaan malam tahun baru Masehi di masjid-masijd dengan melakukan shalat malam berjamaah, tanpa alasan lain kecuali karena datangnya malam tahun baru, adalah sebuah perbuatan bid�ah yang tidak pernah dikerjakan oleh Rasulullah SAW, para shahabat dan salafus shalih.
Maka hukumnya bid�ah bila khusus untuk even malam tahun baru digelar ibadah ritual tertentu, seperti qiyamullail, doa bersama, istighatsah, renungan malam, tafakkur alam, atau ibadah mahdhah lainnya. Karena tidak ada landasan syar�inya.
2. Pendapat yang Menghalalkan
Pendapat yang menghalalkan berangkat dari argumentasi bahwa perayaan malam tahun baru Masehi tidak selalu terkait dengan ritual agama tertentu. Semua tergantung niatnya. Kalau diniatkan untuk beribadah atau ikut-ikutan orang kafir, maka hukumnya haram. Tetapi tidak diniatkan mengikuti ritual orang kafir, maka tidak ada larangannya.
Mereka mengambil perbandingan dengan liburnya umat Islam di hari natal. Kenyataannya setiap ada tanggal merah di kalender karena natal, tahun baru, kenaikan Isa, paskah dan sejenisnya, umat Islam pun ikut-ikutan libur kerja dan sekolah. Bahkan bank-bank syariah, sekolah Islam, pesantren, departemen Agama RI dan institusi-institusi keIslaman lainnya juga ikut libur. Apakah liburnya umat Islam karena hari-hari besar kristen itu termasuk ikut merayakan hari besar mereka?
Umumnya kita akan menjawab bahwa hal itu tergantung niatnya. Kalau kita niatkan untuk merayakan, maka hukumnya haram. Tapi kalau tidak diniatkan merayakan, maka hukumnya boleh-boleh saja.
Demikian juga dengan ikutan perayaan malam tahun baru, kalau diniatkan ibadah dan ikut-ikutan tradisi bangsa kafir, maka hukumnya haram. Tapi bila tanpa niat yang demikian, tidak mengapa hukumnya.
Adapun kebiasaan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, zina dan serangkaian maksiat, tentu hukumnya haram. Namun bila yang dilakukan bukan maksiat, tentu keharamannya tidak ada. Yang haram adalah maksiatnya, bukan merayakan malam tahun barunya.
Misalnya, umat Islam memanfaatkan even malam tahun baru untuk melakukan hal-hal positif, seperti memberi makan fakir miskin, menyantuni panti asuhan, membersihkan lingkungan dan sebagainya.
Demikianlah ringkasan singkat tentang perbedaan pandangan dari beragam kalangan tentang hukum umat Islam merayakan malam tahun baru.
Walaikumsalam warahmatulahhi wabbarakatu..
Salam Gaul..
Salam Gaul..
Jumat, 09 Desember 2011
Kisah Si Pensil Dan Si Penghapus (RENUNGAN)
Pensil : "Maafkan aku Penghapus..."
Penghapus : "Maafkan aku??untuk apa Pensil?? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun kepadaku..."
Pensil : "Aku minta maaf karena aku telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada disana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat..."
Penghapus : "Hal itu memang benar...Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan mengganti diriku dengan yang baru.
Aku sungguh bahagia dengan peranku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih..."
Si Penghapus adalah Orang Tua kita...
Si Pensil adalah diri kita sendiri....
Orang tua akan selalu ada untuk anak-anaknya...
Untuk memperbaiki kesalahan anak-anaknya...
Namun, terkadang, seiring berjalannya waktu...
Orang tua akan terluka dan akan menjadi semakin kecil...
(Bertambah tua dan akhirnya meninggal).
Walaupun anak-anak mereka pada akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (Suami atau Istri),
Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih.
"Hingga saat ini...
Saya masih menjadi Si Pensil...
Hal itu sangat menyakitkan diri saya...
Melihat si penghapus atau orang tua saya semakin bertambah "Kecil" dan "Kecil" seiring berjalannya waktu.
Kelak suatu hari...
Yang tertinggal hanyalah "Serutan" si penghapus
Segala kenangan yang pernah saya lalui dan miliki bersama mereka..."
Kisah ini saya dedikasikan secara khusus kepada orang tua saya dan seluruh orang tua kalian.
Penghapus : "Maafkan aku??untuk apa Pensil?? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun kepadaku..."
Pensil : "Aku minta maaf karena aku telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada disana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat..."
Penghapus : "Hal itu memang benar...Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan mengganti diriku dengan yang baru.
Aku sungguh bahagia dengan peranku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih..."
Si Penghapus adalah Orang Tua kita...
Si Pensil adalah diri kita sendiri....
Orang tua akan selalu ada untuk anak-anaknya...
Untuk memperbaiki kesalahan anak-anaknya...
Namun, terkadang, seiring berjalannya waktu...
Orang tua akan terluka dan akan menjadi semakin kecil...
(Bertambah tua dan akhirnya meninggal).
Walaupun anak-anak mereka pada akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (Suami atau Istri),
Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih.
"Hingga saat ini...
Saya masih menjadi Si Pensil...
Hal itu sangat menyakitkan diri saya...
Melihat si penghapus atau orang tua saya semakin bertambah "Kecil" dan "Kecil" seiring berjalannya waktu.
Kelak suatu hari...
Yang tertinggal hanyalah "Serutan" si penghapus
Segala kenangan yang pernah saya lalui dan miliki bersama mereka..."
Kisah ini saya dedikasikan secara khusus kepada orang tua saya dan seluruh orang tua kalian.
Langganan:
Postingan (Atom)


